Saturday, October 6, 2012

Opini seputar pendidikan untuk anak bangsa

Pendidikan merupakan suatu Cara agar seseorang memiliki pengetahuan tentang kehidupan,tentang meningkatkan daya pikir. pendidikan bagi seseorang it dapat di bentuk melalui pendidikan formal mUpun in formal.
Kita semua sadar dan tau akan pendidikan yang sexang berjalan di negar ini, seperti apa,bagai mana dan untuk apa.
Tapi pernahbkan kita Semua peduli akan kemajuan pendidikN itu sendiri?
Kalau kita lihat sekarang ini, hanya segelintir orang yang peduli akan dunia pendidikan ini.
Kenapa hal demikian terjadi?????
Hal ini terjadi karena sebagian sari orang tua seeing beranggapan bahwa berapa pun hasil yangvanak mereka peroleh, ya Segitulah batas kemampuan anak nya. Mereka jarang mempermasalahkan kenapa anak mereka bisa memperoleh basil sepwrti itu, mereka jarng melihat sebab akibatnya, yang terpenting bagi mereka anaknya naik kelas, tidak peduli bagaimana hasilnya.
Tetapi, jika kita lihat kenyataan nya mengapa mereka bisa seperti itu, kemungkinan yang terjadi sangat banyak.
Bisa terjadi dikarenakan faktor dari keluarga,lingkungan serta tenan bermain.
Faktor keluarga bisa disebab kan lemahnyabkontrol terhadap anak dalam pedidikan, orang tua hanya percaya klo anak mereka bilang sudah belajar,pergi Les atau pun kursus. Mereka tidak pernah melihat,mengantar dan mengontrol anaknya,kapan mereka belaj,belajar apa, diman mereka les, Les apa, jam berapa smpai jam berapa. Jika Hal itu dilakukan, buarpun anaknya tidak mendapat rangking, tetapi nilai tiap mata pelajaran akan naik,motivasi belajar meningkat.
Akan tetapi pada kenyataan nya, orang tua lebih memperdylikan akan kebutuhan anaknya tana melihat sebab dan akibat, orang tua sibuk mencari uang hingga tiba dirumah dan kelelahan unttuk mengontrol anaknya.
Ok,kita tinggalin masalah orang tua.
Pernah kah kita elemen masyarakat serta LSM yg bergerak dalam konteks Pendidikan merujuk hasil kurikulum kita????
Kenapa harus begitu...karena sebagai organisasi hendak nya mengontrol kebijakan pemerintah guna kemajuan Pendidikan anak-anak yang bakal menjadi cikal bakal masa depan bangsa....
Kenyataan nya tidak...
Setidak nya yang saya melihat..kurikulum yang dikembangkan hanya bersifat umum..maksudnya..hanya sebagai pedoman,dan pedoman it bujan diambil dirumuskan dari contoh yang baik.
Maksudnya, misalnya mengenai tentang keefektifan belajar,siswa d tuntut untuk aktif,tetapi pernahkah dilihat sekolah2 yang siswanya terdiri dari anak2 yang malas akan pendidikian, apakah effektif panduannya.
Setidaknya para perumus kurikulum,pembuat kebijakan, hendaknyabmelakukan penelitian disetiap wilaYh,bukan hanya di kota besar,dan yg dilihat sekolah menengah keatas,tetapi sekolahyang dibawah garis kategori mwnengah kebawah.
Kenapa demikian,karena tiap wilayah tidak sama sarana dan kemampuan mereka dalam masalah Pendidikan.
Karena,jika suatu panduan diberikan,dan semua wilayah sma,akan tetapi sarana dan prasarana mereka berbeda maka hasilnya jauh bereda.
Tetapi yang dilihat bukan krn sistem yang salah,tapi yng menjalankan sistem salah.
Sungguh disayang kan,karena tidak semua anak muda yang bakal masa depan it memiliki kemampuan,keinginan,kemauan yg Sama...hendak nya sistem itu d buat bukan hanya untuk pemerataan,akan tetapi dbwt berdasarkan kebutuhan.
Klo sistem yang dibuat berdasarkan kebutuan yang dilihat dari kemampuan,maka hasil dari itu akan sesuai dengan keinginan.

Ini hanya seputar opini yang saya pikirkan.

No comments:

Post a Comment